Berita

Demi Medali Emas, Nova Rela Tempuh Madura-Surabaya

Nova Oktavia saat berlatih catur di Klub Suryanaga Surabaya. (foto : Rhino G)

BERITANUSA – Dalam meraih prestasi Juara, Seorang Atlet dilakukan penuh perjuangan dan pengorbanan. Salah satunya adalah Nova Oktavia, Pecatur Putri Kota Surabaya harus melewati rintangan bukan karena lawan yang tangguh melainkan proses yang panjang.
Nova, bocah yang duduk dibangku kelas 2, SDN Banyuajuh 2 Kamal-Madura tidak menyangka akan menjadi Master Cilik tahun 2012. Mengenal olahraga bidak diatas papan sejak usia 6 tahun. Keinginan Nova menjadi yang terbaik di Catur begitu kuat setelah Sang Kakak bernama Amelia Asih bisa menjadi juara.

Keberhasilan Sang Kakak yang setiap pulang ke rumah membawa Medali telah menginsiprasi Putri Ketiga dari pasangan Somat-Juma’ani. Kondisi itu, dijadikan Nova untuk serius menekuni cabang olahraga Catur. Dengan bimbingan Ayahnya (Bapak Somat) yang telaten, Pecatur Putri kelahiran Bangkalan-Madura cepat menyerap ilmu permainan Catur.

Somat selaku Orang Tua menyatakan proses Nova bisa mahir sangat mahir. “Saat Nova pertama kali berlatih Catur sangat berat. Saya harus melakukan pendekatan dengan rintang waktu yang lama. Kesuksesan Kakaknya, Amelia Asih merupakan titik balik kebangkitan Nova,” kenang pria yang berprofesi sebagai Driver.

Dengan metode latihan awal, Somat mengajari Nova secara alamiah. Sebelum praktek bermain, Nova mendapat basic ilmu pengetahuan Catur dari Ayahnya selama 3 bulan. Setelah memahaminya, pecatur Cilik yang lahir pada 8 Oktober 2004 langsung praktek bermain catur. “Pertama kali bermain Catur, Saya sangat kesulitan menghafalkan langkah bidak,” ujar Nova.

Ketelatenan Orang Tuanya, akhirnya membuahkan hasil. Setelah digembeleng 9 bulan, Nova turun pertama kali di kejuaraan catur Piala KONI Kota Surabaya pada tahun 2011 dan langsung Juara. Tahun Mei 2012, Nova kembali ikut kejuaraan catur. Pada event berlabel Kejurda Catur Se-Jatim di Lumajang, Nova menyabet Juara Ketiga. Kemudian dua bulan berikutnya, Sinar Nova kian terang benderang pasca merebut Medali Emas Kejurnas di Jakarta.

Selain belajar dengan Ayahnya, Nova juga berlatih di klub Suryanaga. Meski, tinggal di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan, Nova tidak pernah mengeluh. Jarak tempuh antara rumah dengan klub sekitar 10 KM, Nova hanya berlatih setiap hari Minggu.

“Saya berlatih di klub Suryanaga sengaja hanya tiap Minggu saja. Dengan pertimbangan tidak mau mengganggu jam Sekolah, faktor hari libur Ayah sangat menentukan. Jika, Ayah masuk kerja menyebabkan Saya tidak bisa berlatih intensif. Dalam satu bulan, Saya berlatih sebanyak 3-4 kali saja,” tandas Nova. (Rhino G)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s