Hukum Strategi Permainan Akhir

HUKUM STRATEGI PERMAINAN AKHIR  

  1.  Raja harus aktif mengambil bagian dalam permainan akhir, lebih-lebih apabila hanya tinggal bidak-bidak.
  2.  Dalam permainan akhir dengan bidak, harus kita perhatikan hukum Kuadrat dan prinsip oposisi.
  3.  Dalam permainan akhir dengan bidak-bidak pada satu sayap, kita harus segera melancarkan serangan pada sayap dimana kita mempunyai kelebihan    material.
  4. Benteng yang lebih baik, harus diletakkan di belakang bidak-bidak bebas, baik untuk serangan maupun untuk pertahanan.
  5. Blokir bidak-bidak bebas lawan dengan Raja atau biji-biji lain.
  6. Bidak bebas yang letaknya terjauh dari raja lawan, menang.
  7. Tugas dari bidak bebas bukan hanya promosi, melainkan juga :
    – Menguasai petak-petak strategis di daerah lawan
    – Merebut ruangan yang lebih luas.
    – Dikorbankan dengan maksud untuk mengalihkan biji-biji lawan kejurusan yang keliru.
  8. Bidak-bidak bebas bertambah kuat dengan berkurangnya biji-biji lain.
  9. Dua bidak bebas berdampingan pada baris keenam tanpa bantuan Raja, menang melawan benteng satu.
  10. Gajah lebih kuat melawan bidak-bidak daripada kuda, terlebih apabila terdapat bidak-bidak pada kedua sayap.
  11. Gajah + bidak lebih kuat melawan Benteng, daripada Kuda + bidak.
  12. Gajah + Benteng lebih kuat daripada Kuda + Benteng.
  13. Menteri + Kuda lebih kuat daripada Menteri + Gajah.
  14. Permainan akhir dengan bidak + Gajah lawan bidak + Gajah yang berlainan warna, biasanya remis sekalipun salah satu pihak mempunyai kelebihan bidak.
  15. Pada umumnya Gajah lebih kuat daripada Kuda, terutama pada posisi terbuka dan pada kedua sayap masih terdapat bidak-bidak.
  16. Bidak bebas pinggir ( bidak a atau h ) walaupun dibantu oleh gajah tidak dapat menang jika Raja lawan dapat menduduki petak promosi dan Gajah berlainan warna dengan petak promosi.
  17. Bidak “a” atau “h” dibantu Raja tidak dapat menang terhadap Raja lawan jika Raja lawan dapat menerobos ke petak promosi atau Raja kita terjepit di pinggir beroperasi dengan Raja lawan pada garis “c” atau garis “f” sehingga menghadapi promosi bidak sendiri atau harus melepaskan petak promosi pada Raja lawan ( remis ).
  18. Raja dibantu oleh hanya dua Kuda tidak dapat mematikan Raja lawan akan tetapi Raja dapat dimatikan oleh sepasang Gajah atau Gajah atau Gajah + Kuda.
  19. Dalam permainan akhir Raja + bidak melawan Raja, harus diperhatikan prinsip oposisi jarak dekat maupun oposisi jarak jauh dan Raja kita harus berusaha melangkah dulu ke depan bidak bebas kita, jangan di belakangnya.
  20. Dalam permainan akhir dengan Menteri kita harus waspada terhadap kemungkinan check abadi dan Pat ( stalemate ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s